Langsung ke konten utama

Bagaimana Berkomunikasi dengan Remaja?



Hal ini tidak berarti bahwa mereka menyembunyikan informasi dari orangtua. Sebaliknya, ini merupakan tanda  bahwa mereka menjadi lebih mandiri. Orangtua mungkin perlu menyesuaikan metode komunikasi dengan membuat peluang untuk berdiskusi hal-hal yang bermakna dan belajar untuk "membaca yang tersirat" dari anak mereka. 
Berikan ruang pada remaja. Jangan tersinggung jika remaja tidak selalu ingin berbicara, atau jika ia ingin sendirian dengan teman-temannya. Remaja memiliki hak atas privasi (dalam batas aman), seperti yang orang dewasa miliki. Gambar terkait
  • Mendengarkan Aktif / Empati
Remaja sering mengeluh bahwa orang tua mereka tidak mendengarkan mereka. Untuk mendengarkan secara aktif remaja, pastikan percakapan berlangsung pada suatu waktu dan dalam pengaturan dimana orangtua memberikan perhatian penuh. 

Ketika anak Anda berbicara, dengarkan dan kemudian ulangi poin utama anak dengan mengatakan, misalnya, “Ibu mengerti, kamu  marah karena guru kamu tampaknya memberimu pekerjaan yang terlalu berat.”
Hal ini juga membantu untuk fokus pada apa yang orangtua rasakan mengenai perasaan anak tentang suatu situasi: "Ibu menyimpulkan, kamu benar-benar marah tentang ini." Dengan cara ini, orangtua dapat menghindari kesalahpahaman dan, pada saat yang sama, membantu anak mengidentifikasi dan mengelola emosinya. Hasil gambar untuk adolescence parents
Menjelang akhir percakapan, tanyakan kepada anak apakah ada hal lain yang ingin ia bicarakan dan ajaklah berdiskusi.  Selama beberapa minggu ke depan, tindak lanjuti hal tersebut; misalnya, tanyakan tentang tingkat pekerjaan yang diberikan guru, bagaimana anak mengelolanya, dan bagaimana perasaannya sekarang. Dengan mengingatkan anak mengenai percakapan tersebut, orangtua menunjukkan bahwa orangtua mendengarkannya, dan bahwa orangtua peduli. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gerak Refleks (Motorik Anak Usia 0-2 tahun)

Pada bayi, gerakan pertama yang muncul adalah refleks.  Refleks adalah respons bawaan otomatis dalam bentuk rangsangan tertentu. Refleks merupakan bentuk dasar untuk keterampilan motorik yang kompleks dan akan berkembang nantinya. Sebagai contoh, refleks dapat mendorong anak untuk menggabungkan penglihatan dengan gerakan lengan sehingga pada akhirnya dapat meraih benda-benda (Knobloch & Pasamanick, 1974). Perkembangan motorik anak dapat dibagi menjadi dua yaitu motorik kasar dan motorik halus. Perkembangan motorik kasar mengacu pada kontrol atas tindakan yang membantu bayi di sekitar lingkungan, seperti merangkak, berdiri, dan berjalan. Sementara perkembangan motorik halus terkait gerakan yang lebih kecil, seperti mencapai dan menggenggam. Berikut bentuk-bentuk gerak refleks pada bayi: Blinking Stimulation: terjadi ketika adanya kilatan cahaya atau hembusan udara.  Respons bayi: menutup kedua mata Pola Perkembangan: Permanen Babinski S timu...

Kecerdasan (kognisi) anak 2 - 7 tahun

Perkembangan kognisi pada anak usia 2 -7 tahun, menurut Piaget dinamakan Tahap Praoperasional.  Pemikiran praoperasional merupakan awal kemampuan merekontruksi pada tingkat pemikiran yang telah ditunjukkan di dalam perilaku anak. Hal tersebut mencakup peralihan penggunaan simbol dari yang primitif menuju yang lebih canggih. Pemikiran praoperasional dapat dibagi ke dalam 2 subtahap: Subtahap fungsi simbolis : subtahap pertama yaitu pada usia 2 - 4 tahun, dimana anak-anak mengembangkan kemampuan untuk membayangkan secara mental suatu objek yang tidak ada. (pemikiran fungsi simbolis). Bentuk-bentuknya:   Egosentrisme : suatu ciri pemikiran praoperasional yang menonjol. Ketidakmampuan untuk membedakan antara perspektif seseorang dengan perspektif oranglain. Animisme : keyakinan bahwa objek yang tidak bergerak memiliki kualitas “semacam kehidupan” dan dapat bertindak.    Subtahap pemikiran intuitif : subtahap kedua antara usia 4 - 7 tahun. Anak anak ...

Introduction

Halo semuanya.. Pada blog ini saya akan membahas mengenai sisi psikologis dari Anak dan Remaja. Tentunya informasi-informasi disini bermanfaat bagi ibu-ibu, akademisi ataupun para praktisi yang bekerja bersama anak-anak dan remaja. Secara garis besar saya akan memaparkan penjelasan mengenai perkembangan kehidupan anak dan remaja dari aspek-aspek psikologi. Apa saja yah aspek-aspek psikologi yang terkait dengan perkembangan anak ini? Selain dari perkembangan tersebut, nanti saya juga akan membahas mengenai permasalahan-permasalahan yang biasanya terjadi pada anak dan remaja dalam rentang usia mereka. Begitu pula bagaimana peran orangtua untuk tumbuh kembang anak. So, mari ditunggu dan disimak postingan-postingan selanjutnya..